dampak negatif sikap orang tua tidak adil, cara membangun karakter anak


Banyak fenomena yang terjadi di dalam masyarakat, khususnya didalam keluarga. Bila seseorang sudah memutuskan berkeluarga maka harus menyiapkan diri dan mental untuk menghadapi berbagai macam problematika yang ada, mulai dari terhimpit ekonomi sampai masalah anak. Perlu difahami oleh orang tua bahwa anak merupakan cetakan dari orang tua. mau diapakan anak tersebut itu tergantung dari kreatifitas orang tua dalam melukisnya.

Banyak orang tua, mungkin tidak semua namun sebagian besar orang tua tidak memahami tentang betapa berperannya mereka dalam perkembangan anak. Mereka beranggapan bahwa tugas mereka adalah membesarkan dan membiayai kehidupan mereka. Untuk masalah moral dan lainnya mereka pasrah bongkoan pada dunia pendidikan, baik itu pendidikan formal maupun informal.

Dari hasil survey sepuluh orang yang saya kenal hampir 80% mereka memiliki masalah yang sama, masalah itu muncul ketika anak kedua mereka lahir. Bukan masalah ekonomi namun perubahan sikap dari anak pertama. Mereka mengeluhkan bagaimana bisa anak yang dulunya ceria, cerewet suka cerita setelah adiknya lahir cenderung pendiam dan tertutup. Ada lagi yang awalnya anak pertama mereka itu merupakan anak yang penurut namun setelah anak kedua lahir si kakak berubah menjadi anak yang rewel dan terkesan nakal.


Siapa yang bertanggung jawab?? Apakah anak tersebut harus disalahkan atas perubahan sikapnya? Sayangnya hal itulah yang sering orang tua lakukan. Mereka tidak menyadari faktor apa yang merubah sifat mereka, bahkan mereka seolah tidak mau tau alias cuek. Mereka baru menyadari setelah bertahun-tahun dan mungkin bahkan ada orang tua yang tidak pernah menyadarinya.

Pada hakikatnya perubahan sikap seseorang itu pasti ada faktor yang menyebabkannya, begitu juga dengan perubahan sikap anak. mungkin mereka beranggapan dengan hadirnya seorang adik akan mengurangi perhatian orang tua terhadapnya,,, atau mereka beranggapan setelah adiknya lahir orang tua mereka tidak sayang lagi padanya.

Siapa yang bertanggung jawab bila anak merasa seperti itu??

Jawaban yang pasti bukanlah anak, karena anak tidak akan merasa seperti itu bila orang tuanya pandai dalam membagi perhatian. Kebanyakan anak pertama yang berubah sikapnya setelah adiknya lahir itu disebabkan perubahan perlakuan orang tua terhadap si kakak. Awalnya sikakak yang terlampau dimanja, setelah punya adik dia merasa perhatian orang tuanya berkurang. Selain itu kebanyakan orang tua bila si adik dan kakak bertengkar maka yang akan disalahkan adalah si kakak tanpa mau tau duduk persoalannya terlebih dahulu.

Lalu, siapa yang bertanggung jawab jika ada kakak yang membenci adiknya?? 

Marilah para orang tua, agar tidak ada satupun dari buah hati kita yang merasa didlolimi atau dianak tirikan maka sebagai orang tua kita harus pandai dalam memposisikan mereka. Jangan pernah kita merubah sedikitpun perhatian kita terhadap salah satu anak-anak kita. Mungkin ini akan sulit, namun jika kita terus mencoba dan selalu mendekatkan diri terhadap anak maka Insya Allah, permusuhan antar saudara akan berkurang. Kenakalan anak karena kurang perhatian akan terhindari dan larinya anak dari keluarga akan terpecahkan.
Jagalah anak-anak kita, berilah lukisan yang indah dalam hidupnya, mereka adalah aset-aset kita dunia akhirat.
Baca juga : Di Saat Merasa Hebat Di Situlah Kita Jalan Di Tempat

logo bas-studio

Bas-studio

Blog sederhana tempat berbagi sebuah karya, mulai dari karya tulis, desain grafis dan karya-karya inspiratif buat anda

Post A Comment:

0 comments: