Seni budaya jawa - musik tradisional tongklek (dusun cumpleng)


Tongklek Cumpleng

TONGKLEK
Adalah seni musik tradisional yang terdiri dari kentongan bambu, gambangan, gong, gentong air dan beberapa alat musik tradisional yang lain dengan pemain kurang lebih 15 sampai 20 personil. Tongklek semula merupakan musik sahur, alunan musik keliling dengan pemain hanya beberapa orang saja yang digunakan untuk membangunkan orang yang ada di daerahnya pada waktu sahur khusus dalam bulan puasa (ramadhan).

Karena dirasa irama musik tradisional yang satu ini tak kalah indah dan menariknya dengan irama musik nasional seperti drumband dan yang lainnya, maka dibentuklah sebuah paguyuban tongklek yang kini sudah ada di beberapa daerah khususnya Jawa, dan ternyata musik tradisional tongklek ini banyak diminati oleh masyarakat. Sebagai bukti ketertarikan masyarakat pada tongklek adalah seringnya tongklek ditampilkan untuk ikut serta memeriahkan acara-acara kemasyarakatan seperti karnaval, pawai ta'aruf dan yang lainnya bukan cuma sebagai alat pembangun sahur saja bahkan kini di daerah tuban jawa timur digelar festival tongklek dalam tiap tahunnya.

Paguyuban Tongklek Dusun Cumpleng
Tongklek Dusun Cumpleng

Gambar di atas adalah group tongklek dusun cumpleng - brondong - lamongan (tempat tinggal saya) yang baru saja berdiri beberapa bulan lalu. Foto ini diambil pada acara pawai ta'aruf wisuda ke XII TPQ BAITUL MA'MUR Cumpleng, 25 Oktober 2015. Masih tampak sederhana, tapi sudah cukup memeriahkan acara pada saat itu. Kabarnya, group tongklek ini juga sudah mendapat undangan untuk memeriahkan acara di daerah lain.  

Rencananya, paguyuban tongklek dusun cumpleng ini akan didanai dan dibina lebih serius lagi agar berkembang dengan lebih baik untuk ke depannya nanti. Buat sahabat-sahabat yang belum pernah mendengarkan alunan musik tongklek dan sangat penasaran, tongklek kami siap diundang. Tak perlu ragu dan jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kami. Sahabat bisa hubungi kami melalui Contact Form yang tersedia di blog ini atau silahkan call nomor HP yang tertera pada banner tongklek di atas. 

S - A - L - A - M >

logo bas-studio

Bas-studio

Blog sederhana tempat berbagi sebuah karya, mulai dari karya tulis, desain grafis dan karya-karya inspiratif buat anda

Post A Comment:

16 comments:

  1. baca judul awal tingkok, setelah baca eh tengkolek, salah baca saya, ada rupanya penguyuban kayak ini, bagus melestarkan seni dan budaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. perlu belajar membaca lagi nih kayaknya. hehee

      Delete
  2. tadi saya sempat penasaran tentang apa itu tongklek lomas.baru disini tau tentang nama jenis musik ini

    kreatif banget paguyuban ini mas,dari yg dulunya sekedar buat ngeronda sekarang berkembang untuk memeriahkan acara2 besar

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang tongklek ini baru bermunculan di daerah tuban dan lamongan jawa timur mas, dan insya Allah akan sampai di malang juga..

      Delete
  3. saya sangat baru mengetahui jika ada ksenian tongklek, sepertinya harus kita dukung kelestariannya nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kang lembu dukungnya pake apa hayoo??

      Delete
  4. baru denger seni musik tongklek
    penasaran alunan musiknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa undang kami kang biar gak penasaran lagi

      Delete
    2. Ngga di tampilin via video youtube aja mas

      Delete
    3. gak punya rekaman videonya mas, mungkin lain kali..

      Delete
  5. tongklek... apa karena bunyi tetabuhan yang dihasilkan itu sehingga disebut tongklek ya mas..
    menarik... baru tau nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. bunyinya tongklak-tongklek yang berasal dari kentongan bambu mbk, hanya saja diiringi alat musik lain seperti gambangan dan yang lainnya sehingga lebih indah lagi iramanya..

      Delete
  6. Saya baru tahu mas...Tongklek Alat musik yang dulunya hanya sebagai pembangun waktu sahur, sekarang bisa menjadi alat musik khas untuk menyambut acara kemasyarakatan..

    ReplyDelete
  7. mohon maaf mas, saya agak takut melihatnya, serem jadi kabur dah

    ReplyDelete
  8. seni-seni tradisional seperti ini harus dilestarikan ya mas biar nggak punah digerus oleh zaman :)

    ReplyDelete
  9. Kalau di lamongan namanya Tongklek ya mas, hampir mirip sih kalau berkujung di Cilacap, Jawa Tengah saya pernah melihat pertujukan Tabuh Kentongan. Jadi dalam satu lapangan besar seperti lapangan sepak bola puluhan orang menabuh kentongan dengan nada dan irama tertentu ditambah dengan alunan angklung.

    Harapannya semoga tradisi seperti ini selalu dilestarikan supaya tidak digerus oleh zaman sesuai dengan yang dikatakan Mbak Wahyu diatas :D Nice post mas :)

    ReplyDelete