hidayah selalu ada di samping kita jika menelaahnya


Bas-studio- Ada dua wanita muslimah yang sedang duduk di restoran, satu berjilbab dan satunya tidak. Dialah Fatma (yang berjilbab) dan Hanum (yang tidak berjilbab). Di tengah asyiknya menikmati menu yang telah dihidangkan, ada dua pria non muslim duduk di kursi sebelahnya dan berdialog dangan kata-kata yang menghina. Hanum marah dan mau menghampiri mereka tapi Fatma melarangnya. Fatma berdiri, membuka dompet lalu membayar makanannya sekalian tagihan dua pria yang menghinanya tadi, dan Fatma mengajak Hanum untuk beranjak pergi.

Sambil berjalan mereka berdebat - - -
Hanum  : "kau pengecut Fatma, kenapa kamu tadi tidak bela diri agama kamu dihina bahkan negara kamu sendiri dihina juga, malah kamu bayarin lagi semuanya..."
Fatma : "aku dulu seperti kamu, dingin,, butuh penyesuaian saja, lama-lama kamu akan merasa hangat dan bisa berpikir lebih jernih menghadapi situasi yang seperti tadi,," jawab Fatma dengan begitu tenang dan bijaksana.
Hanum  : "aku bukan malaikat Fatma,, aku cuma manusia biasa"
Fatma  : "tapi aku wajib, dengan jilbabku ini aku wajib menjadi agen islam yang baik, menjadi berkah, ihlas dan membawa kedamaian kepada siapapun termasuk mereka yang tidak beragama islam..."

Melihat sikap Fatma yang bijaksana, tenang dan bisa memberi kedamaian bagi semua orang membimbing saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Apa yang dilakukan Fatma mengingatkan saya akan akhlak yang telah dicontohkan oleh Rosulullah ketika sering kali diludahi orang kafir di tengah jalan tapi justru beliau menjenguk orang itu saat sakit dan berdo'a untuk kesembuhannya.

Saya orangnya dingin, pemarah, susah memaafkan, suka membalas lebih sakit kepada orang yang menyakiti saya juga sulit menerima kenyataan. Jawaban Fatma "menjadi berkah, ihlas dan membawa kedamaian kepada siapapun" menjadi satu titik cahaya yang menerangi kegelapanku. Jawaban itu seolah menarikku yang kian jauh terseret ombak kemarahan dan hanyut dalam lembah kenistaan. Saya benar-benar salut dan kagum melihat kepribadiannya yang begitu mulia, bahkan saya yang dulunya pernah belajar agama di pondok pesantren belum bisa seperti dia. Benar kata Fatma "butuh penyesuaian saja" yang itu artinya saya harus belajar sedikit demi sedikit untuk menahan amarah, sehingga saya merasa hangat dan mampu berpikir jernih untuk bertindak serta terus memperbaiki diri dari segala kesalahan yang ada.

Setitik Cahaya Dalam Gelapku
setitik cahaya dalam kegelapan

"Semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah dan menjadi pribadi yang mulia" 

Dan silahkan lanjutkan membaca Pintu Rizki Senyuman Ibu


logo bas-studio

Bas-studio

Blog sederhana tempat berbagi sebuah karya, mulai dari karya tulis, desain grafis dan karya-karya inspiratif buat anda

Post A Comment:

13 comments:

  1. dari cerita diatas saya menyimpulkan agar kita tidak menjadi orang yang suka memakai emosi ketika menghadapi masalah..
    cerita yang bisa membuat orang termotivasi dengan sikapnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, itulah kita bisa belajar darinya setidaknya tidak lagi menjadi pemarah dan murah senyum asal tidak keterusan saja bisa bahaya jadinya. hehee

      Delete
    2. saya malah takut kalo senyum kelamaan mas :D

      Delete
    3. ya jangan lama-lama dong mas senyumnya, pake sedikit nyengir aja

      Delete
    4. hehe,iya mas bud dikit aja deh senyumnya :D

      Delete
  2. gelap kalau ada cahaya walaupun cuma setitik pasti akan menjadi terang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbk, apalagi kalau cahayanya banyak pasti gak bakalan gelap deh..

      Delete
  3. bagus nih tulisannya mas
    semoga bisa menjadi penerang dalam gelap ya..
    eh ngomong-ngomong siapa tuh Fatma?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sosok wanita muslimah teladan yang saya temukan di film "99 cahaya langit di eropa" mbk, andai saja wanita muslimah di Indonesia seperti dia...

      Delete
  4. aamiin aamiin yaa rabbal 'alaamiin
    turut mengaminkan doanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini nih bunda Ninik doanya yang kita tunggu-tunggu..

      Delete
  5. Pas baca saya jadi inget filem 99 cahaya langit di eropa part 1... Si fatma emang sabar banget, orang yg menghina malah di baikin. terus mau bayarin makanan dan sambil menulis surat ke pada org yg sudah menghinanya... Salut, sekarang sudah jarang ketemu orang yg mempunyai sifat tersebut...cuma di film doang ya mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehee semoga saja film itu bukan sekedar ekting melainkan lebih menjadi teladan bagi siapapun ya mas, sehingga sikap yang baik pun bisa menjadi bagian dari diri kita sehari-hari dalam kehidupan yang nyata

      Delete