rizki akan mudah dengan membuat ibu kita tersenyum


Bas-studio - Ibu adalah surga bagi anak-anaknya. Hanya ibu, satu-satunya orang tua yang masih saya punya karena ayah telah tiada. Saya bukanlah tipikal seorang anak yang penurut, karena kenakalan saya sering kali membuat ibu marah. Di sisi lain kami memiliki watak yang sama, sama-sama keras kepalanya. Perselisihan pendapat antara kami membuat hubungan ibu dan anak menjadi kurang baik, ibu selalu mempertahankan pendapatnya begitu juga saya sibuk dengan pendapat saya sendiri, ibu mengurus pekerjaan dan saya pun tidak mempedulikannya. Sering kali ibu menyuruh tapi jarang saya melaksanakannya, sering kali ibu menasehati tapi sering pula saya abaikan. Sejak kecil hingga dewasa, rasanya saya belum pernah bisa membuat ibu saya bahagia.

Hingga pada saatnya berkeluarga, saya berusaha hidup mandiri dan membuka sebuah usaha kecil-kecilan Percetakan Foto dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Tapi apa, hampir satu tahun saya menekuni usaha ini hasilnya belum cukup dan rasanya rejeki saya masih sentet.  Segala upaya mulai dari mencari tempat yang strategis, memperbaiki kualitas, memberikan pelayanan yang baik dan lain sebagainya saya lakukan agar usaha yang saya lakoni bisa lancar dan terus banyak pelanggan. Tapi tetap saja belum membuahkan perubahan yang signifikan, usaha saya masih saja sepi. Begitu juga usaha-usaha sebelumnya yang pernah saya lakukan seperti jualan kerupuk, buka warung jajanan juga berasa sama, sentet dan susah mendapatkan hasil yang cukup.

Suatu malam saya berpikir dan merenung, "apa yang menjadi penyebab semua usaha yang saya lakukan terasa berat dan tidak lancar, begitu susah rasanya mencari nafkah bagi saya untuk keluarga"

Memikirkan nafkah, saya teringat perjuangan ibu saya yang begitu semangat bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga seorang diri karena sudah ditinggal ayah yang telah berpulang ke haribaan-Nya. Dua adik saya yang masih bersekolah mendorong hati ibu untuk terus bersemangat, pagi hingga sore beliau bekerja tanpa mengenal lelah.

Jam 7 pagi ibu pergi ke ladang dan jam 12 siang saat andzan dzuhur berkumandang beliau pulang, mandi, sholat dan makan kemudian balik lagi ke ladang hingga jam 4 sore. Begitu setiap harinya pekerjaan sebagai petani yang ibu lakoni dengan penuh semangat demi mencukupi kebutuhan keluarga, sandang pangan, biaya sekolah anak-anaknya dan lain-lain.

Betapa bodohnya saya melihat ibu yang berjuang mati-matian, meski sekujur badan terasa remuk tidak dihiraukan, semua ini beliau lakukan semata untuk membahagiakan anak-anaknya. Tanpa terasa saya meneteskan air mata seolah merasakan penderitaan ibu yang hanya dirasakan seorang diri tanpa disadari oleh anak-anaknya. Kepala saya terasa mau pecah dipenuhi gelimang dosa, dari kecil hingga dewasa ibu telah mencurahkan seluruh tenaganya untuk membuatku bahagia tapi sedikitpun saya belum bisa membuatnya tersenyum.

Esok hari saya menghampiri ibu, membantu mengerjakan pekerjaan yang selama ini ibu kerjakan seorang diri. Meskipun ini mungkin sudah terlambat, tapi saya yakin selalu ada kesempatan untuk berbenah selama ajal belum tiba. Hari demi hari saya terus berusaha membantu perkerjaan ibu dengan harapan dapat meringankan beban beliau, sehingga suatu saat saya dapat melihat ibu tersenyum. Tanpa disadari usaha percetakan saya pun beranjak mulai rame dan alhamdulillah cukup untuk keluarga, bahkan kini usaha saya dalam tahap pengembangan. Sejak itulah saya sadar dan yakin bahwa pintu rizki itu ada pada senyuman ibu.

Pintu Rizki Senyuman Ibu
Ibu Tersenyum


logo bas-studio

Bas-studio

Blog sederhana tempat berbagi sebuah karya, mulai dari karya tulis, desain grafis dan karya-karya inspiratif buat anda

Post A Comment:

17 comments:

  1. Doa ibu itu mampu menembus langit, sangat mustajab di hadapan Allah. maka muliakanlah ibumu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan hawatir mas, bahkan mas Heri pun akan saya muliakan.

      Delete
  2. betul juga ya mas, sangat masuk akal bahwa pintu rizki itu ada pada senyuman ibu

    ReplyDelete
    Replies
    1. analoginya jika kita mengisi kopi dalam cangkir hingga penuh dan tumpah, maka kopi yang tumpah adalah milik kita. begitu juga jika kita berusaha membahagiakan ibu, maka kebahagiaan ibu itu akan menjadi berkah bagi hidup kita. benar kan mbk?

      Delete
    2. nah ini saya setuju banget mas.
      moga ibu2 sahabat semua senantiasa memberikan limpahan doa untuk setiap langkah anaknya.amiin

      Delete
  3. senyuman ibu itu mimik dari doa untuk mas agar diridloi usahanya dan barakah rizkinya.. itulah balasannya jika berteduh dihati ibu.. moga tambah sukses ya mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin mbk, dan do'akan saya juga agar bisa terus membahagiakan ibu karena itu yang terpenting bagi saya saat ini.

      Delete
  4. begini mas..saya pernah dikatakan seorang ulama, kalau masih bermasalah dengan orang tua, maka semua pekerjaan menjadi berat dan itu tidak membawa untuk dan kebaikan nantinya. ada baiknya meminta ampun dan mau menerima pendapat orang tua, sisanya kita inprov. artinya menyesuaikan juga dengan pendapat kita. anggaplah ini sebagai bakti anak terhadap orang tua dan untuk menyenangkan hati beliau. maaf ya bud...ini bukan sok menasehati...tapi sebagai kepedulian sahabat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan karena perbedaan pendapat tapi karena saya tidak mau membantu dan merasakan jerih payah ibu dalam bekerja. hubungan saya sama ibu udah baik mas setelah berusaha berbakti dan alhamdulillah pekerjaan saya pun mulai lancar. makasih sarannya mbah..

      Delete
  5. doa ibu memang paling mujarab yamas.
    doa tidak harus diucapkan lewat kata tapi lewat senyuman yg menandakan ibu merestui kita
    semoga bisnisnya makin maju mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin, makasih mas yan. semoga usaha kita semua pada lancar dan sukses..

      Delete
  6. Bila semua harta yang kita miliki dibandingkan dengan pengorbanan seorang ibu niscaya tidak akan sebanding

    ReplyDelete
  7. ridho Allah merupakan tergantung ridho seorang ibu, begitupun sebaliknya murka Allah tergantung sama murka ibu juga ....

    ReplyDelete
  8. banyak-banyak berdoa mas, teruskan ikhtiar nanti juga ada titik terangnya..
    seorang ibu meskipun anaknya menjengkelkan tapi dia selalu mendoakan anaknya itu kata ibu saya..

    ReplyDelete
  9. ohh kalo udah bicara soal ibu, saya selalu trenyuh dan merasa salah saya banyaak

    ReplyDelete