kisah perjuangan membuka usaha percetakan foto hanya dengan modal tekat


Bas-studio - Percetakan foto merupakan bisnis yang cukup prospek di era digital seperti saat ini, namun untuk membukanya butuh modal yang lumayan. Bagi mereka yang berkantong tebal, akan sangat leluasa untuk menjalankan bisnis percetakan foto ini karena disamping mudah juga menyenangkan. Tapi menjadi problema besar bagi mereka yang tidak memiliki modal cukup untuk membukanya. Peralatan yang harus dimiliki untuk membuka usaha percetakan foto ini terbilang lumayan mahal harganya seperti komputer, printer, scanner dan lain-lain, lihat selengkapnya di Perlengkapan Usaha Cetak Foto. Selain itu, usaha ini juga membutuhkan ruangan sendiri yang itu berarti harus mengeluarkan biaya lagi. Karena besarnya keinginan yang dibelenggu minimnya modal, terpaksa harus nekat.

Buka Percetakan Foto Modal Tekat
Percetakan Foto

Sedikit cerita perjuangan membuka percetakan foto
Melihat perkembangan teknologi yang semakin meningkat, seperti halnya handphone yang dilengkapi dengan kamera serasa memanjakan para penggunanya untuk berfoto ria, saya berpikir bahwa ini adalah peluang yang bagus untuk membuka usaha percetakan foto. Tidak lama berpikir dan saya yakin ini akan tetap prospek untuk jangka panjang, saya benar-benar menginginkan dan berniat untuk membuka usaha ini.

Setelah diitung-itung, ternyata untuk membeli perlengkapannya butuh modal yang cukup besar, lihat Anggaran Modal Usaha Cetak Foto setidaknya Rp.6.500.000,- yang harus dikeluarkan sedangkan sepeserpun tidak punya uang. Saya coba sampaikan keinginan ini kepada orang tua, harapannya mereka mau mendukung dan memberikan modal kepada saya. Tapi apa kata beliau "di kampung seperti ini mana laku usaha seperti itu, lagian modalnya cukup besar gimana kalau sampai berhenti di tengah jalan, kan hanya buang-buang uang saja".

Saya coba menjelaskan dengan berbagai rayuan, namun tetap saja mereka tidak mendukung dan tidak mau memberikan modal bahkan melarang saya untuk membuka usaha ini. Lesu mendengarnya, perasaan sempat gelisah namun saya tetap berusaha untuk tenang dan memahaminya. "apa iya saya harus meneruskan niatan untuk membuka usaha ini meski tanpa dukungan dari orang tua", berpikir dan terus berpikir. Dengan baik sangka, mungkin orang tua saya tidak bermaksud melarang tapi hanya ragu karena belum tentu hasilnya.

Saya tetap berniat dan membulatkan tekat untuk membuka usaha percetakan foto ini. Mengingat tempat yang strategis untuk usaha ini karena rumah berada dipinggir jalan dan kebetulan ada satu ruang kosong yang tidak terpakai, saya coba izin pada orang tua tapi mereka diam saja. Saya tidak peduli dan suatu hari saya pergi ke tempat penjualan peralatan ini dan membelinya dengan cara kredit kemudian langsung memulainya.

Satu minggu hingga dua minggu tidak satu pun orang yang datang mencetak foto di tempat saya, sempat juga dimarahi orang tua. Saya sabar dan tetap berdo'a "semoga usaha saya lancar". Waktu terus berlalu, satu bulan sudah saya lewati membuka usaha ini tanpa hasil apapun, hampir niatan untuk mempertahankan usaha ini mulai luntur tiba-tiba datang seorang yang hendak mencetak foto. Hati saya sangat berbunga-bunga dan saya sangat bersyukur pada Allah meski baru satu pelanggan yang datang, saya yakin ini adalah pembuka jalan rizki bagi saya.

Seiring berjalannya waktu, syukur alhamdulilah semua barang kreditan sepenuhnya sudah menjadi milik saya, usaha percetakan foto pun bertahan sampai saat ini dan yang paling membanggakan adalah orang tua mulai menyadari dan menghargai kegigihan saya, tidak lagi dihalangi bahkan meminta modal tambahan pun sekarang tidak segan mereka mengeluarkannya.

Beberapa yang bisa digaris bawahi
"Uang sangat dibutuhkan dalam membangun sebuah usaha, tetapi niatan yang kuat, gigih, kerja keras, sabar dan doa itu mungkin lebih utama"

logo bas-studio

Bas-studio

Blog sederhana tempat berbagi sebuah karya, mulai dari karya tulis, desain grafis dan karya-karya inspiratif buat anda

Post A Comment:

15 comments:

  1. selamat dan sukses selalau ya mas
    itu semua tergantung kesabaran, punya niat kalau tidak sabar itupun juga akan gagal

    ReplyDelete
  2. yang semua usaha memang ada modalnya...walau kamu mengeluarkan uang Rp. 6.500.000 tapi kegunaannya sangat banyak bud. dan saya yakin itu akan menjadi sumber pemasukan yang bagus untuk hidup kamu ke depannya. yang penting sabat, ulet, dan terus berdoa dalam perjuangan usaha, dan yakin akan berhasil. ok selamat dan sukses selalu ya bud.

    ReplyDelete
  3. ini point banget mas:
    Uang sangat dibutuhkan dalam membangun sebuah usaha, tetapi niatan yang kuat, gigih, kerja keras, sabar dan doa itu mungkin lebih utama

    semoga tambah sukses usahanya

    ReplyDelete
  4. dengan membaca artikel ini motivasi usaha semakin meningkat, terutama untuk membuka percetakan foto dengan modal yang nanggung.

    ReplyDelete
  5. mudah-mudahan dengan modal nekat hasilnya nekat juga..

    ReplyDelete
  6. Yang penting niat dan usaha harus selalu dilaksanakan hehehe

    ReplyDelete
  7. itu adalah hasil kerja keras dan doa mas, memang tak ada sukses yang instan.semua pengusaha pasti mengalami masa sulit..

    ReplyDelete
  8. wowwww point banget
    menginsspirasi banget nih Mas. dari semula yang nggak didukung orang tua, kesulitan modal, sekarang saatnya untuk "bicara"
    alhamdulillaah, salut, ikut berbahagia

    ReplyDelete
  9. Moga trus lancar n kebanjiran oder ya mas :)

    ReplyDelete
  10. Tentunya ga cuma modal nekat aja ya mas, pasti juga dengan modal uang ya mas.
    Ya semoga sukses deh mas dengan usaha percetakan fotonya.

    ReplyDelete
  11. ini baru inspirasi
    keren, kaya di sinetron aja mas
    hihi... gak lah, memang cara pandang orang tua itu agak beda dengan anak muda
    mantap lah, sudah bisa ngebuktiin kalau mas budi memang sungguh-sungguh untuk wirausaha
    salut

    ReplyDelete
  12. bravo mas, tetep semangat ya, semoga makin sukses pokoknya, 2 jempol :D

    ReplyDelete