Senja Kehidupan

Bas-studio.com - Hiruk pikuk suasana kota tak mampu membisingkanku, aku tetap terhanyut dalam kesendirianku.

Setiap senja menampakkan wajahnya, aku selalu merasakan hal yang sama. Tak pernah berubah meski bulan telah berganti tahun tapi rasa itu tak pernah sirna. Selayaknya senja menghiasi kehidupan begitupun rasa itu menghiasi hidupku. 

Rasa sedih, resah, ingin menangis selalu berkecamuk, meski aku tak tau apa penyebabnya tapi rasa itu telah menjadi senja kehidupanku.

Semua itu berawal dari kejadian 20 tahun yang lalu. Sore itu aku menunggu seseorang, sebut saja nenek. Lama aku menantinya, aku tidak peduli hari sudah mulai petang, orang yang ku nanti belum juga kembali. Tiba-tiba seseorang memanggilku, lebih tepatnya dia adalah ayahku, aku sempat menolaknya karena bukan dialah yang aku harapkan kehadirannya.

Berkat kesabaran dan semangatnya membujukku akhirnya akupun luluh juga, aku setuju ikut dengannya tapi dengan syarat bila di jalan bertemu dengan nenek aku akan ikut nenek pulang. Setelah kira-kira 1,5 kilo meter perjalanan aku bertemu nenek, tapi betapa sedihnya aku, karena aku tidak diizinkan ikut dengan nenek. Aku ingin marah mengapa ayah membohongiku, tapi aku hanyalah anak-anak, kemarahanku tidak mampu mengubah keputusannya.

Dengan hati yang bercampur sedih dan kesal, aku terdiam. Bahkan saking kesalnya, aku tak mau berbicara pada siapapun. Mungkin semua orang bingung dengan tingkahku tapi itulah caraku menunjukkan rasa kecewa. 

Sejak kejadian itulah setiap sore aku merasakan hal itu. Hatiku bergemuruh antara marah dan menangis.

Selayaknya senja yang menyambut malam, begitulah rasa itu menjadi senja hidupku.
Baca juga Jualan Sepi, Tetap Sabar Menanti 
 


logo bas-studio

Bas-studio

Blog sederhana tempat berbagi sebuah karya, mulai dari karya tulis, desain grafis dan karya-karya inspiratif buat anda

Post A Comment:

0 comments: