peka terhadap cahaya, dengan memahami cahaya yang ada kita bisa menyesuakan settingan kamera.


Cahaya merupakan salah satu sumber kehidupan, makhluk hidup tidak akan mampu bertahan tanpa adanya cahaya. Begitu juga dengan fotografi, foto tidak akan pernah terwujud tanpa adanya cahaya. Seperti yang kita ketahui, setiap kali kita melihat foto / gambar tentunya di situ tidak terlepas dari unsur cahaya, cerah dan gelapnya suatu gambar itu menunjukkan bahwa di situ terdapat unsur cahaya. yang mana cerah maupun gelapnya suatu gambar tersebut tergantung pada banyak dan sedikitnya cahaya yang didapatkan. Dalam hal ini ada dua hal pencahayaan yang perlu kita perhatikan, yakni cahaya luar dan cahaya dalam, yang mana kedua pencahayaan ini kita bisa mengaturnya sesuai dengan kebutuhan.

Cahaya luar, yang saya maksud di sini adalah cahaya  yang bisa kita setting / kita atur dari luar setingan kamera misalnya cahaya matahari, cahaya  lampu atau yang lainnya. Kita bisa menambah atau mengurangi pencahayaan ini ketika ada di lokasi foto yang sengaja kita desain sesuai keinginan kita, di studio misalnya. Dengan berbagai perlengkapan alat fotografi kita bisa menambah atau menguranginya sesuai kondisi studio yang ada. Tapi ketika ada di luar, foto hunting misalnya. Dengan lokasi yang seadanya dan cahaya yang tidak mungkin kita bisa mengaturnya maka kita butuh pengaturan cahaya dalam.

Cahaya dalam, yang saya maksud di sini adalah cahaya yang bisa kita setting / kita atur dari settingan yang ada dalam kamera. Diafragma, ISO dan sutter speed misalnya, yang mana semua itu mengacu pada pengaturan cahaya, bukan berarti kamera bisa mengeluarkan cahaya tapi di sini kita bisa mengatur seberapa banyak dan sedikitnya cahaya yang dibutuhkan oleh kamera untuk menciptakan suatu gambar tersebut.

Dengan beragam pengolahan cahaya yang bisa dibilang tidak cukup mudah mengaturnya, maka kita dituntut untuk Peka Terhadap Cahaya. Bahkan menurut saya ini adalah kunci utama dalam ilmu fotografi, buat kita yang belum begitu faham dengan penggunaan kamera, dslr misalnya, yang begitu banyak tetek bengek pengaturannya membuat kita kesulitan untuk memakainya. Maka kunci utama bagi saya adalah peka terhadap cahaya, dengan memahami cahaya yang ada di sekitar kita bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan kita. Ketika kita menginginkan hasil foto kita tampak cerah maka kita cari tempat yang cukup pencahayaannya, begitu juga jika kita menginginkan foto kita tampak remang-remang maka kita cari tempat yang tidak bigitu banyak cahayanya, misalnya.

Tapi yang terpenting di sini adalah kita bisa mnyesuaikan cahaya yang ada dengan setingan kamera kita, ketika cahaya cukup banyak atau terlalu banyak maka kita bisa menguranginya dari settingan kamera kita, misalnya dengan mengurangi bukaan lensa (diafragma) dengan sendirinya bisa meredupkan cahaya yang ada tanpa harus berpindah tempat yang tidak begitu banyak cahayanya, begitu juga ketika kita ada dalam keadaan yang gelap maka kita bisa menambahkan buakaan lensa (diafragma) dengan sendirinya mampu menambah cahaya yang ada. Di sinilah pentingnya kita Peka Terhadap Cahaya, untuk mendapatkan hasil foto dengan pencahayaan yang seimbang dan enak dipandang juga agar tidak asal-asalan memotret, kalau lagi cerah biarlah foto itu cerah dan kalau lagi gelap biarlah foto itu tampak gelap misalnya. hehee

Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya pribadi, tidak berdasarkan sumber-sumber yang jelas. dengan harapan bisa bermanfaat buat si pembacanya dan jika terdapat kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.        


logo bas-studio

Bas-studio

Blog sederhana tempat berbagi sebuah karya, mulai dari karya tulis, desain grafis dan karya-karya inspiratif buat anda

Post A Comment:

17 comments:

  1. pengaturan cahaya yang baik tentu akan menghasilkan hasil gambar yang bagus ya mas (h)

    ReplyDelete
  2. Pentingnya pengaturan cahaya luar dalam karena yang pasti disetiap tempat berbea temperatur cahayanya ya mas

    ReplyDelete
  3. Jadi lebih mahir nih... makasih sob!!!

    ReplyDelete
  4. camera yg saya punya hanya camera camdig jdi pengaturanny pun terbatas ... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. justru lebih gampang dong motonya. hehe

      Delete
  5. Waaww bass..
    Ternyata bas ini photografi mahir..
    Waaah tpi susah jufa yaaa jadi photografi harus peka terhadap cahaya sehingga bisa menyetting untuk hasil yang terbaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah biasa aja mbk. emang agak susah mbk tapi gk usah dibikin susah mbk, kalau cuma skedar hoby asal jepret pun gak apa" ko' gk dosa mbk. hehe

      Delete
  6. dunia tanpa cahaya pasti gelap gulita ya mas. Untuk aja ada cahaya yang bersinar terang yang menerangi bumi ini. Sehingga kita bisa hidup dengan penuh bercaya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget itu mbk. coba aja kalau mbk wahyu ada di tempat yang gelap gulita terus difoto, gimana jadinya. serem kali. hehee

      Delete
  7. agar menghasilkan gambar yg bagus maka pengaturan cahaya harus benar2 tepat ya mas :)
    makasih tipsnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbk, karena menurut saya emang itu adalah inti dari fotografi

      Delete
  8. Dengan melatih kepekaan terhadap cahaya kita dapat mengetahuinya dengan persaan ya Kang :d

    ReplyDelete
  9. Harus peka cahaya yaah, biar hasilnya beniing.. :D

    ReplyDelete